10 August 2026

HKTDC Food Expo 2026 Buka Peluang Baru bagi Pelaku Kuliner Surabaya

0
Suasana stan usaha sosial pada Hong Kong Food Expo 2023

Suasana stan usaha sosial pada Hong Kong Food Expo 2023. Foto: Peachyeung316, Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0; sumber: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:A_Shops_of_Social_Enterprise_Hong_Kong_in_Hong_Kong_Food_Expo_2023.jpg; lisensi: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/; tanpa perubahan.

Hong Kong akan kembali menjadi panggung besar industri makanan Asia ketika HKTDC Food Expo 2026 digelar pada 13 hingga 17 Agustus di Hong Kong Convention and Exhibition Centre, Wan Chai. Agenda yang tinggal beberapa hari itu mempertemukan konsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha yang ingin membaca arah baru pasar pangan serta minuman. Halaman resmi penyelenggara menyebut pameran publik tersebut menghadirkan ragam produk dari berbagai negara dan kawasan dalam satu lokasi. Data pameran tahun sebelumnya yang ditampilkan penyelenggara mencatat 987 peserta dan lebih dari 500.000 kunjungan, sehingga skala acaranya layak diperhatikan pelaku kuliner Surabaya. Bagi kota dengan ekosistem makanan seaktif Surabaya, perhelatan ini bukan sekadar kabar wisata, melainkan cermin tentang cara produk lokal dipasarkan kepada khalayak internasional.

Pameran berlangsung setiap hari dengan jam kunjungan pukul 10.00 hingga 22.00 pada 13 sampai 16 Agustus, sedangkan hari terakhir berakhir pukul 18.00 waktu Hong Kong. Penyelenggara menempatkan Public Hall dan Gourmet Zone sebagai ruang utama yang terbuka bagi pengunjung umum untuk menemukan produk makanan serta minuman. Pada saat bersamaan, Food Expo PRO dan Hong Kong International Tea Fair juga diselenggarakan untuk memperluas pertemuan antara pelaku industri, pembeli, dan pemilik teknologi pangan. Susunan acara paralel itu menunjukkan bahwa pengalaman mencicipi produk kini berjalan bersama urusan distribusi, inovasi, kemasan, dan perdagangan lintas wilayah. Pola tersebut relevan bagi UMKM Surabaya yang ingin naik kelas karena daya tarik rasa saja perlu didukung kesiapan produksi dan kemampuan menjangkau pembeli baru.

Daftar peserta yang telah mengirimkan informasi lengkap di situs resmi mencapai sedikitnya 730 entri ketika diperiksa menjelang pembukaan. Mereka datang dari Hong Kong, Tiongkok daratan, Taiwan, dan berbagai lokasi lain dengan produk seperti makanan kaleng, beku, olahan, daging, minuman, bahan organik, serta sajian premium. Keragaman itu memperlihatkan betapa satu pameran kuliner dapat memadukan komoditas sehari-hari dengan produk khusus yang memiliki cerita, sertifikasi, atau teknik produksi tertentu. Pelaku Surabaya dapat mengambil pelajaran dengan memperjelas posisi produk, apakah mengandalkan harga, keaslian resep, kenyamanan penyajian, bahan lokal, atau manfaat tertentu bagi konsumen. Identitas yang tegas membantu calon pembeli memahami keunggulan suatu merek dalam waktu singkat di tengah ratusan stan yang sama-sama menarik perhatian.

Salah satu sorotan pada kanal Food Expo PRO adalah keberadaan zona ilmu dan teknologi pangan, produk halal, kopi, serta simposium teknologi makanan. Arah tersebut berhubungan langsung dengan kebutuhan pasar Indonesia yang besar, termasuk permintaan konsumen Surabaya terhadap kejelasan bahan, keamanan pangan, dan pilihan yang sesuai prinsip halal. Situs resmi juga menampilkan perhatian terhadap pasar halal Asia Tenggara, terutama dalam pembahasan tentang produsen yang membidik ekspor. Bagi pengusaha lokal, pesan praktisnya adalah menyiapkan dokumentasi bahan baku, proses produksi, umur simpan, kapasitas pasokan, dan status sertifikasi sebelum mencari mitra di luar daerah. Kesiapan administratif seperti itu sering tidak terlihat oleh pembeli akhir, tetapi sangat menentukan saat produk hendak masuk jaringan hotel, ritel modern, eksportir, atau distributor besar.

Indonesia sendiri muncul dalam materi Food Expo PRO melalui pengalaman perwakilan perdagangan yang menilai ajang tersebut efektif untuk memperluas hubungan bisnis dengan pembeli internasional. Testimoni resmi menyebut adanya pemesanan produk mi, makanan ringan, minuman, dan bumbu dari pembeli Jepang dengan nilai sekitar satu juta dolar Hong Kong. Angka itu bukan jaminan bahwa setiap peserta akan memperoleh transaksi serupa, namun memberi gambaran bahwa produk sehari-hari dari Indonesia dapat menemukan pasar jika dipresentasikan dengan tepat. Surabaya memiliki modal berupa jaringan industri makanan, pelabuhan, pusat perdagangan, sekolah kuliner, serta kekayaan resep Jawa Timur yang dapat dikembangkan secara terukur. Sambal, bumbu siap masak, olahan hasil laut, camilan, kopi, dan makanan beku merupakan contoh kelompok produk yang berpotensi diuji melalui riset pasar sebelum dibawa ke forum internasional.

Pameran 2026 juga menyajikan pelajaran tentang hubungan antara perdagangan dan pengalaman konsumen melalui pembagian ruang publik dan ruang profesional. Pengunjung umum mencari rasa, harga, penampilan, serta kesenangan, sedangkan pembeli bisnis menilai konsistensi, pasokan, margin, kepatuhan, dan peluang pertumbuhan. Sebuah merek kuliner Surabaya perlu mampu berbicara kepada kedua kelompok itu tanpa kehilangan identitas utamanya. Kemasan dapat dibuat menarik untuk konsumen sekaligus mencantumkan informasi yang dibutuhkan distributor, sementara sampel rasa harus disertai katalog harga dan kapasitas produksi yang realistis. Pendekatan ganda tersebut membuat promosi tidak berhenti pada keramaian acara, tetapi memiliki jalur lanjutan menuju kerja sama yang dapat diukur.

Stan madu pada Hong Kong Food Expo 2023
Stan madu pada Hong Kong Food Expo 2023. Foto: Peachyeung316, Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0; sumber: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:The_Honey_Bee_Graden_of_Shan_Mei_Zi_in_Hong_Kong_Food_Fair_2023.jpg; lisensi: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/; tanpa perubahan.

Keberadaan ratusan peserta juga mengingatkan bahwa inovasi tidak selalu berarti menciptakan makanan yang sepenuhnya baru. Perubahan bisa berupa ukuran porsi yang lebih praktis, metode penyimpanan yang memperpanjang mutu, desain kemasan yang mudah dikirim, atau penjelasan asal bahan yang lebih meyakinkan. Pelaku kuliner Surabaya dapat memulai dari evaluasi sederhana terhadap keluhan pelanggan, produk terlaris, biaya distribusi, dan daya tahan barang selama perjalanan. Hasil evaluasi kemudian diterjemahkan menjadi perbaikan yang diuji pada pasar lokal sebelum usaha mengambil biaya lebih besar untuk pameran luar negeri. Cara bertahap ini membantu bisnis menghindari keputusan berdasarkan tren sesaat dan menjaga inovasi tetap sesuai kemampuan operasional.

Bagi pemerintah daerah, asosiasi usaha, kampus, dan komunitas kuliner, HKTDC Food Expo menawarkan contoh penting tentang manfaat membangun ekosistem promosi bersama. Peserta kecil akan lebih kuat bila memperoleh pendampingan mengenai standar pangan, desain, perizinan, negosiasi, logistik, dan komunikasi dalam bahasa pasar tujuan. Surabaya dapat mengembangkan kurasi produk yang tidak hanya menampilkan makanan populer, tetapi juga memperlihatkan rantai nilai dari petani, nelayan, pengolah, hingga usaha jasa. Kolaborasi tersebut berpotensi memperbesar manfaat ekonomi karena keberhasilan satu produk dapat membuka permintaan bagi pemasok bahan, kemasan, transportasi, dan tenaga kreatif. Namun setiap program harus menggunakan target yang jelas, seperti jumlah pertemuan bisnis, sampel yang diuji, tindak lanjut pembeli, atau kontrak yang benar-benar terealisasi.

Masyarakat Surabaya yang berencana mengunjungi Hong Kong pada pertengahan Agustus dapat menjadikan pameran ini sebagai bagian dari agenda perjalanan, dengan memeriksa ketentuan tiket dan waktu masuk terbaru di kanal resmi. Pengunjung dapat mengamati tren rasa, cara penyajian, desain stan, strategi diskon, dan bentuk interaksi yang membuat suatu produk lebih mudah diingat. Sementara itu, pelaku usaha yang tidak hadir tetap bisa mempelajari daftar peserta dan kategori produk untuk memetakan pesaing atau calon mitra. Informasi dari pameran sebaiknya diperlakukan sebagai bahan riset, kemudian diuji kembali terhadap kebiasaan konsumen Surabaya yang memiliki selera dan daya beli berbeda. Nilai terbesar HKTDC Food Expo 2026 bagi Surabaya akhirnya terletak pada kemampuannya memicu persiapan yang lebih disiplin, bukan sekadar keinginan mengikuti tren kuliner global.

Sumber

  • HKTDC
  • Hong Kong Tourism Board
  • Wikimedia Commons

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *